Visi Geospasial

Rasulullah Saw bersabda : “Allah memperlihatkan kepadaku seluruh penjuru bumi ini. Aku melihat bagian Timur dan Baratnya, dan aku melihat umatku akan menguasai apa yang telah Dia tunjukkan kepadaku”. (HR.Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)

Sunday, May 12, 2013

Tanpa Khilafah, Penderitaan Kaum Muslimah Terbentang dari Negeri Syam Hingga Timur Jauh



Tanpa Khilafah, Penderitaan Kaum Muslimah Terbentang dari Negeri Syam Hingga Timur Jauh

Tanpa adanya perisai umat, penderitaan kaum Muslimah tidak kunjung usai. Bulan Maret lalu menjadi bulan paling berdarah di Suriah, ratusan Muslimah dan anak-anak Suriah dibantai di Syam, di pusat rumah Islam sendiri. Pada saat yang sama ratusan ribu Muslimah Rohingya di Timur Jauh ditindas rezim tiran Myanmar, diusir dari negerinya sendiri, hidup terkatung-katung hingga menjadi korban pengabaian para penguasa Muslim. Sebagaimana yang dilansir ANTARA 21 April lalu Polisi Indonesia menangkap 76 pengungsi Rohingya di Sampang, Madura dan di antara mereka terdapat 13 orang perempuan dan 15 orang anak-anak. Menurut The Arakan’s Project, diperkirakan 19.500 orang Rohingya, telah melarikan diri dengan perahu dari Bangladesh dan Utara Arakan, menuju negara-negara Asia Tenggara terdekat dengan perkiraan 100 orang telah tenggelam di lautan selama proses tersebut. Kepedihan belumlah usai, bergeser ke ujung timur di Timur Jauh, kita menyaksikan bagaimana ribuan kaum Muslimah dan anak-anak Sulu ditindas di negerinya oleh rezim Kufar Filipina, kemudian pada bulan Maret lalu menjadi korban nasionalisme buta pemerintah Malaysia di Sabah karena menganggap kesultanan Sulu telah menginvasi Sabah wilayah territorial Malaysia.
Inilah deretan fakta penderitaan kaum Muslimah yang menyayat hati, terbentang dari pusatnya Islam, negeri Syam, hingga ke negeri-negeri di Timur Jauh, di ujung Timur dunia Islam. Mereka adalah korban tak berdaya dari predator-predator penguasa Kufar yang dibiarkan eksis oleh sistem dunia yang diskriminatif terhadap Umat Islam. Mereka juga telah diabaikan oleh para penguasa boneka Muslim -sisa-sisa kolonial dari negara Kapitalis Barat- yang diaborsi rasa kemanusiaannya oleh sistem dunia hari ini yang memuja sekulerisme dan Kapitalisme. Selama sistem dunia masih seperti hari ini, maka penderitaan kaum Muslimah di sepanjang dunia Islam niscaya tidak akan pernah berakhir, karena pangkal masalah dari semua penderitaan ini tidak lain adalah tidak hadirnya Khilafah yang merupakan perisai bagi umat Islam, yang akan menghilangkan hegemoni kufar atas kaum Muslimin dan melindungi kehormatan kaum Muslimah dan anak-anak di seluruh dunia Islam.
Berangkat dari panggilan Allah dan Rasul-Nya untuk melindungi kemuliaan Muslimah di Syam dan di seluruh dunia Muslim, seperti sabda Rasulullaah Saw:
الْمُؤْمِنُ مَرْآةُ أَخِيهِ وَالْمُؤْمِنُ أَخُو الْمُؤْمِنِ يَكُفُّ عَلَيْهِ ضَيْعَتَهُ وَيَحُوطُهُ مِنْ وَرَائِهِ
Seorang Mukmin adalah cermin bagi saudaranya yang beriman; dia melindunginya dari bahaya dan membelanya di belakang punggungnya.” [HR. Bukhari]. Maka Hizb ut Tahrir, sebuah partai politik Islam internasional telah meluncurkan sebuah kampanye yang sangat penting dengan mengadakan konferensi perempuan tanggal 27 April 2013 besok di Amman, Yordania. Konferensi yang berjudul “Bersegera Menegakkan Khilafah untuk Melindungi Perempuan Mulia Syam" ini, meski fokus membicarakan penderitaan perempuan dan anak-anak Suriah akibat pembantaian yang dilakukan oleh rezim pembunuh Assad, namun gagasan dan tawaran yang diberikan konferensi ini sangat relevan dalam menjawab penderitaan Muslimah di seluruh dunia termasuk kawasan Timur Jauh. Apalagi Syam adalah rumahnya Islam, barometer perjuangan Islam hari ini karena revolusi Suriah di Syam ini adalah revolusi Islam murni yang bertujuan untuk menegakkan Khilafah dan menerapkan syariah secara kaffah. Sehingga kemenangan pada revolusi Syam adalah kemenangan bagi seluruh umat Islam di dunia, dan kemenangan itu akan senilai dengan darah murni nan suci ribuan nyawa tak berdosa yang ditumpahkan di tanah Syam yang diberkati. Insya Allah dari Bumi Syam, Khilafah akan membebaskan negeri-negeri Islam lainnya yang tertindas dan menyatukan negeri-negeri Islam yang terpecah. Demikian sebagaimana janji para Mujahidin ketika berikrar, “Wahai Rohingya, tunggulah, kami akan menolong Anda. Wahai Gaza, kami akan membebaskan Anda. Wahai Masjid al-Aqsha, kami akan menyelamatkanmu!” Allah Akbar!

Wahai kaum Muslimah Timur Jauh! wahai kaum Muslimah di Syam! Fajar Khilafah telah demikian dekat dan kita adalah umat yang satu, nabi kita satu, bendera kita satu dan perjuangan kita pun satu. Maka bergabunglah dengan perjuangan demi tegaknya Khilafah Islam yang kedua yang akan membungkam siapapun yang menyerang dan menodai kehormatan kaum Muslimah di seluruh dunia di bawah kalimah Tauhid dan pemerintahan Islam. Insya Allah

Fika M. Komara, M.Si
Member Of Central Media Office Hizb ut Tahrir

No comments:

Post a Comment